Sanghyang Kenit, Sajian Eksotis Sungai Citarum Purba

Rute Menuju Sanghyang kenit - Rajamandala Bandung Barat - @faridgunawan32
(Gambar: IG @faridgunawan32)
Sanghyang kenit - Desi Hardianti
Sanghyang Kenit, menjadi salah satu andalan wisata Bandung Barat. (Gambar: Desi Hardianti)

Tak perlu meragukan Jawa Barat soal keindahan alamnya, selain budaya dan kuliner. Bentangan alamnya mampu menaklukkan hati para penjelajah alam. Salah satunya adalah Sanghyang Kenit di Bandung Barat. Sebuah fenomena alam yang indah di Sungai Citarum Purba.

Sanghyang Kenit, membuat traveler yang berkunjung kemari akan terbuai. Mata kita berasa seperti tersihir dengan hamparan indah pemandangan. Dinding-dinding tebing, menyambut dengan gagah. Bebatuan berpendar diterpa sinar matahari. Riuh kecil air, mengalir mengalun menyampaikan suara pengantar ‘Selamat Datang’.

Baca juga:
* Pantai Apparalang di Bulukumba, Tebingnya Eksotis!

Lokasi

Lokasi SanghyangKenit - @kra.katoa
(Gambar: Instagram @kra.katoa)

Sanghyang Kenit tepatnya, berada di Cisameng Cipanas, Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tak perlu kawatir kesasar, karena rute dan lokasi wisata Sanghyang Kenit sudah bisa kamu akses via Google Maps. Titik koordinatnya pun sudah akurat.

Rute Menuju Sanghyang Kenit

Rute Menuju Sanghyang kenit - Rajamandala Bandung Barat - @faridgunawan32
(Gambar: IG @faridgunawan32)

Kalau kamu ingin berkunjung, untuk mencapainya tergolong sangat mudah. Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Padalarang. Melewati jalan Padalarang menuju Rajamandala, kemudian berbelok ke Jl. PLTA Saguling.

Dari gapura PLTA Saguling ikuti jalan hingga bertemu pertigaan menuju Desa Cisameng, belok ke kanan. Lalu ikuti saja jalan kembali dan berbelok ke kiri ketika menemukan perempatan PLTA Rajamandala. Dari perempatan tersebut, kurang lebih 200 meter sudah sampai di Sanghyang Kenit.

Harga Tiket Masuk Sanghyang Kenit

sanghyang_kenit_official
(Gambar: @sanghyang_kenit_official)

Harga tiket masuk ke Goa Sanghyang Kenit sangat terjangkau, Rp 5000,-/orang. Sangat murah untuk sebuah ‘studio’ foto alam dengan banyak spot ciamik untuk diabadikan. Selain berfoto, pengunjung yang datang ke tempat ini dapat berenang dan juga bersantai menggunakan hammock.

Jika ingin berenang, diwajibkan menggunakan pelampung atau ban, demi keselamatan. Pengelola menyediakan pelampung dan ban, dengan harga sewa, Rp 5.000,-/jam. Pengunjung juga bisa menyewa perahu karet untuk menyusuri aliran Sungai Citarum dalam jarak tertentu dengan harga Rp 5.000,-/jam. Sedangkan harga sewa hammock adalah Rp 10.000,-/jam.

Tiket Masuk:Rp. 5000
Sewa pelampung/banRp. 5000 /jam
Sewa perahu karetRp. 5000 /jam
Sewa hammockRp. 10.000 /jam

Sejarah

Sanghyang Kenit - @disparbudbandungbarat
(Gambar: Instagram @disparbudbandungbarat)

Dalam sebuah kesempatan, Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengatakan, Sanghyang Kenit merupakan sebuah potensi dari sekian banyak destinasi yang mulai tersingkap di Kabupaten Bandung Barat.
Tentunya saja tempat wisata ini bisa menjadi salah satu unggulan pariwisata Bandung Barat. Dan semua pasti berharap, destinasi ini makin terdengar di kancah pariwisata nasional.

Sanghyang Kenit, dirunut dari keberadaannya, tadinya merupakan aliran sungai yang begitu deras. Sebelum menjadi spot foto, adalah spot arum jeram yang dimiliki Bandung Barat.

Bebatuan eksotis, dinding tebing, dan juga goa itu muncul dan tersingkap. Setelah air dari Waduk Saguling, menuju aliran Sungai Citarum Purba dialihkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala.

Tentunya, suguhan alam ini menjadi daya tarik utama wisatawan untuk menikmati suasana sekitar yang unik. Serta memuaskan hasrat berfoto pada spot terbaik.

Fenomena Alam yang Eksotis

SanghyangKenit - @lukman_euy
(Gambar: IG @lukman_euy)

Tidak mengherankan kalau destinasi ini kini semakin hits saja karena keindahannya. Namun memang tak dapat dipungkiri kalau area ini sudah menjadi daerah tujuan wisata bagi orang-orang Belanda di era kolonial.

Karena selain Sanghyang Kenit, ada banyak destinasi lain yang berdekatan. Mulai dari Sanghyang Poek, Sanghyang Tikoro, hingga Sanghyang Heuleut.

Masih terbilang baru, namun Wisata Sanghyang Kenit sudah ramai dikunjungi wisatawan. Semoga saja potensi ini bisa terus dikembangkan dengan tetap menjaga keasrian alam sekitar. Dan bisa menjadi sumber baru untuk menyejahterakan masyarakat sekitar.

Dikelola Masyarakat

@disparbudbandungbarat
(Gambar: Instagram @disparbudbandungbarat)

Sanghyang Kenit ini dikelola swadaya oleh masyarakat. Fasilitas yang ada, baru tersedia parkiran motor, loket tiket sederhana, dan beberapa warung kecil.

Dengar-dengar, akan ada peningkatan fasilitas lainnya kedepannya. Sehingga wisatawan yang datang akan semakin merasa nyaman berwisata di destinasi ini. Semoga juga Pemkab Bandung Barat bisa membuka akses yang lebih baik ke destinasi ini ya.

Kesimpulan

Kita semua berharap, potensi besar destinasi di Bandung Barat ini bisa lebih dimaksimalkan. Apalagi jaraknya tidak terlalu jauh dari Ibukota DKI Jakarta. Ini menjadi sebuah keunggulan tersendiri bagi Wisata Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga:
* Foto-foto Cantik di Gurun Pasir dan Telaga Biru Bintan

Ini menjadi keunggulan sekaligus tantangan bagi Kabupaten Bandung Barat. Karena dekat, banyak wisatawan dari Jakarta yang sering berkunjung ke Bandung Barat. Nah sekarang tantangannya adalah, bagaimana caranya agar wisatawan tidak bosan untuk datang kembali.

Berarti ya destinasinya harus baik. Tertata dengan maksimal dan cantik. Sehingga wisatawan tidak mudah bosan. Impact-nya, tentu akan ada peningkatan perekonomian masyarakat dari keberadaan destinasi Sanghyang Kenit tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*